Tersudut saya...
Duduk dalam gemburan tanah tebing
Melayang-layang kaki atau terpeluk tangan
Jauh kulihat mendekat
Milyaran zarah debu terbang memutar
Bersama warna jingga dan nila
Menghapus semua pandangan yang ada
Kini... hilang semua gravitasi
Pelukan kaki terlepas, pun tanah runtuh
Diri melayang bersama nila dan jingga
Pusing... terkantuk... tidur saya dalam putaran ilusi semu
Mata terbuka, kala diri tak tahu berada
Mematung melihat udara fatamorgana
Zarah debu, Zarah pasir, pasir debu, debu pasir
Ini lautan pasir! Bak gurun dikata orang
Kaki melangkah tak tahu kemana arah
Di mana nafas peradaban? Dalam tanda dan ciri alam
Tertatih-tatih dalam langkah getir
Sang Raja siang mengamuk, kulit melepuh serta dahaga mencekik
Sang mayat hidup berjalan
Mengapa di sini berada?
Bukan dalam cairan aspal iblis hitam
Atau air bening keramik Ratu Bilqis
Tetap melangkah dalam madahan angin
Kini... semua terlihat abnormal
Lautan pasir mengamuk menunjuk diri
Terobos ia atau mati terkoyak angin
Mata terpejam kaki terkubur
Kubur diri hingga diri terkubur
Kubur Kubur dalam damai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar